Rabu, 22 Juli 2020

RESEP MENJADI PENULIS

Resep Belajar Menjadi Penulis

Pelajara yang saya peroleh dihari kedua ini membuat saya menjadi lebih semangat lagi utuk menulis

Menulis itu mudah ! Ini pernyataan yang sering muncul bagi orang yang menganggap bahwa menulis hanya kegitan mmenyalin atau mmengkopi paste tulisan orang menjadi tulisan kita. Padahal menulis itu tidak cukup mengetik di koputer kta, menggoreskan pena diatas kertas saja , tapi menulis perlu pintar, ide, pengalaman dan banyak lagi itu alasan dari orang yang memang biasa dibuat oleh orang yang  tidak mau menulis atau cerita yang dibuat untuk menakut nakuti agar orang tidak mau menulis. Padahal orang yang mengatakan menulis itu sulit kalau ditanya apakah sudah pernah menulis biasanya jawabanya belum.
Pada tulisan ini saya akan mengajak teman teman untuk belajar menjadi penulis. Apa yang menyebabkan orang sukses menulis atau gagal menulis ternyata sikap mental kita yang sangat menentukan.  Ada beberapa hal yang harus dimiliki penulis :

Pertama,  Niat dan motivasi
Niat dan motivasi menjadi modal utama untuk bisa menjadi penulis, karena ketika kita tidak memiliki niat atau keinginan maka kita tidak akan pernah mencoba melakukan suatu pekerjaan yaitu menulis. Niat atau keinginan adalah suatu gairah yang memantik dan mendorong kita untuk memulai kegiatan menulis kita . Dorongan yang memantik kita untuk menulis dan menulis harus beriringan akan menambah gairah kita untuk tetap konsisten pada niat kita, dorongan ini yang selanjutnya kita jadikan motivasi. Kalau niat dan motivasi bisa berjalan beriringan seirama senada  sehingga menjadi kekuatan kita maka kita akan bisa mengatasi tantangan gangguan serta rintangan yang aan menghalangi kita. Beberapa niatan dan motivasi yang kita bangaun utuk menulis adalah :
1.       Niatkan untuk Ibadah, karena sebaik baik kita adalah yang bermanfaat dan memberikan manfaat yang banyak bagi sesama
2.       Membuat tulisan sesungguhnya kita membangun ide yang akan dibaca oleh pembaca intinya kita bisa mempengaruhi orang lain atau menyebarkan ide ide kita keorang banyak
3.       Ketika ide ide kebaikan dibaca orang maka kita sudah mengajak orang untuk senantiasa beruat kebaikan, sehingga tulisan kita bisa menjadi amal kebaikan kita dan selaa masih ada yag membaca maa akan menjadi ladang amal yang terus megalir
4.       Buku adalah karya monumental yang akan dikenang dan menjadi kebanggaan anak cucu kita kelak serta menjadi kartu nama terbaik yang kita miliki
5.       Dari kebermanfaatan kita isyaallah akan ada nilai kebaikan karena  menulis merupaka passive income

Kedua , Harus Punya Fokus danTarget
Apa fokus bidang atau kajian yang akan kita tulis terutama yang sesuai dengan keahlian atau pengalaman yang kita miliki, setidaknya kia punya ide dari pengalaman yang pernah kita alami, dan target yang jelas kapan kita mula dan kapan kita harus selesaikan tulisan kita. Misalnya seminggu sekali, dua minggu sekali, atau satu bulan satu artikel. Tidak masalah, yang penting punya target. Kalau tidak punya target, bagaimana buku akan selesai?
Kalau kita menulis untuk kapan saja bisa selesai, memang tidak masalah. Ataupun kalau tidak selesai juga tidak apa-apa, maka tidak perlu punya target. Tetapi bagi saya, buat apa latihan menulis kalau tidak ada targetnya? Lebih baik mengerjakan hal-hal lain. Karena tidak akan pernah menjadi maksimal.

Ketiga ,Disiplin
Disiplinkan diri untuk berlatih menulis. Menulis tidak bisa hanya sekedar mengisi waktu luang , tapi menulis harus disediakan waktu  jangan di sisa-sisa waktu. Kalau menulis hanya di sisa-sisa waktu, kapan bisanya? Menulis itu harus dijadwalkan SETIAP HARI.
Tidak harus lama-lama, mulai saja dengan 15-30 menit setiap hari. Bisa pagi, siang, ataupun malam. Coba cari jadwal yang Anda bisa sisihkan 15-30 menit. Bisa sebelum subuh, sesudah subuh, siang hari, sore, ataupun malam. Sesudah itu bangun komitmen  dan kosisten untuk menulis setiap hari.

Keempat, Keberanian
Lawan rasa takut dan khawatir tidak bisa menyelesaikan tlisan. Hilangkan semua kekhawatiran dan ketakutan. Khawatir tulisan tidak bagus, khawatir nanti di tengah jalan “ngeblank”, khawatir salah dalam tata bahasa, khawatir tidak diterima redaktur, khawatir tidak diterima penerbit, khawatir buku tidak laku, dan sebagainya. Karena kekhawatira yang berlebihan akan menjadi tantangan terberat bagi kita untuk bisa menyelesaikan tulisan kita
Banyak sekali kekhawatiran yang membuat kita akhirnya malah ragu untuk menulis. Karena itu, beranilah untuk menulis. Tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir. Kalau salah, tinggal perbaiki. Yang penting sudah menulis dan jadi artikelnya. Apalagi kalau naskah bukunya sudah jadi, wow, keren sekali.

Kelima,  Pantang Menyerah
Keberanian kita melawan kekhawatiran kalau bisa kita bangun terus akan menjadi modal besar utuk mulai menulis. Karena biasanya tantagan terberat datang dari dalam diri sendiri, mulai kemalasan, kritik atau cemoohan orang terhadap karya kita yang tata bahasanya jelek, tidak runut, tidak menarik dan enak dibaca dan asih banyak tantangan yang semuanya menyasar diri kita sendiri.
Lebih baik kita tidak usah menjadi penulis kalau kita masih malas. Mau jadi penulis kok masih malas, mana bisa? Lawan rasa malasmu
Tulisan ditolak, jangan menyerah. Itu hal biasa. Semua penulis besar pernah ditolak tulisannya. Karena memang begitu. Ditolak itu biasa. Bahkan berpuluh-puluh kali ditolak tulisan kita, tidak apa-apa. Toh tulisan kita sudah jadi, bisa untuk bahan menyusun buku.
Jangan menyerah. Kalau ditolak, bangkit lagi dan lagi dan tetap semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESEP MENJADI PENULIS

Resep Belajar Menjadi Penulis Pelajara yang saya peroleh dihari kedua ini membuat saya menjadi lebih semangat lagi utuk menuli s ...